Sabtu, 25 April 2015

TERNYATA “K-POP” URUTAN KE-12




Korea Selatan, Negara yang saat ini sedang menarik banyak perhatian. Kenapa saya memilih untuk mengangkat Negara Korea Selatan ? awalnya karena saya salah satu pecinta drama Korea, juga K-Pop dan makanan – makanan Korea, hal itulah yang menarik saya untuk memperdalam pengetahuan tentang Korea, tak hanya dari gaya hidup dan kebiasaannya, tapi juga dari segi perekonomiannya.

Selama lebih dari empat dekade terakhir, Korea Selatan muncul sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan dengan ekonomi industri dengan teknologi yang tinggi. Dewasa ini Korea Selatan mampu memajukan ekonominya dan menjadi negara dengan perekonomian tersukses ke-12 di dunia. Kemajuan perekonomian Korea Selatan disebabkan oleh faktor sistem pemerintah dan bisnis, termasuk kredit langsung dan restriksi impor. Pemerintah hanya meningkatkan impor terhadap bahan mentah dan teknologi daripada barang-barang konsumsi, serta menggalakkan tabungan dan investasi daripada konsumsi. Selain faktor kebijakan dan strategi pemerintah, transformasi  yang terjadi di Korea Selatan juga dipengaruhi oleh karakteristik, seperti implementasi model ekonomi berbasis perdagangan bebas, perkembangan struktur ekonomi berbasis jaringan bisnis (chaebols), dan cepatnya penciptaan kapasitas teknologi. Selain itu, adanya pengaruh budaya baik di pemerintah maupun masyarakat yang memiliki peran penting dalam kemajuan Korea Selatan, yakni Konfusianisme.

Konfusianisme, cara pemikiran Cina kuno yang telah menyebar melalui banyak negara Asia Timur, sering digambarkan sebagai sebuah agama. Mungkin definisi yang lebih akurat Konfusianisme adalah bahwa itu adalah kode rinci perilaku interpersonal. Dalam budaya di mana ia memeluk, Konfusianisme adalah doktrin politik dan sosial yang praktis.

Kung Fu-Tzu, yang dikenal di negara-negara Barat sebagai Konfusius, tinggal di Cina sekitar 500 SM. Dia adalah seorang guru yang ditawarkan muridnya sebuah sistem selama periode ketika China terganggu oleh perang. Salah satu ajaran Konfusius yang paling penting adalah bahwa ada urutan yang tepat untuk segala sesuatu di alam semesta, termasuk masyarakat manusia. Konfusius mengajarkan bahwa melalui cara ini kedamaian, tatanan sosial dan harmoni bisa dicapai jika setiap orang tahu tempatnya yang tepat di masyarakat dan menjunjung tinggi tanggung jawab dari tempat itu. Dalam Konfusianisme, ide ini diringkas sebagai berikut, "Biarkan penguasa menjadi penguasa, subjek tunduk, sang ayah menjadi ayah, dan anak menjadi anak." Melalui definisi lima hubungan dasar, Konfusianisme memberikan panduan sederhana untuk pemesanan keluarga dan masyarakat. 
Kelima disiplin moral untuk mengatur lima hubungan manusia adalah sebagai berikut :
1. Keadilan dan kebenaran harus menandai hubungan antara independent dan subjek
2. Harusnya ada hubungan yang baik antara ayah dan anak
3. Pemisahan fungsi suami dan isteri
4. yang lebih muda seharusnya mendahulukan yang lebih tua
5. Keimanan dan kepercayaan akan memerintah hubungan pertemanan

Selama berabad-abad, Konfusianisme telah menjadi pedoman rakyat Korea Selatan yang penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Konsep Konfusianisme adalah harmoni sosial dan ajaran-ajaran moral diserap dalam kehidupan rakyat Korea Selatan dan memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak budaya Korea seperti yang terlihat saat ini. Konfusianisme telah mengakar dalam tingkah laku, kebiasaan, hingga pola pikir rakyat Korea Selatan. Ide-ide fundamental tentang moralitas dan hubungan manusia seringkali diasosiasikan dengan konsep konfusianisme. Di Korea, orang-orang tua sangat dihargai, bahkan perbedaan usia diakui. Meskipun memiliki catatan buruk tentang korupsi dan mismanajemen yang sangat parah dalam pemerintah Korea Selatan selama beberapa dekade, namun Korea Selatan mampu memperbaiki dan bangkit.
Konfusianisme menjadi faktor penting dalam kemajuan perekonomian di Korea Selatan. Di Korea Selatan tejadi asimilasi ajaran Protestanisme dan nilai kapitalisme dengan budaya Konfusianisme yang tegas dan berorientasi pada tujuan, dimana dalam proses asimilasi Konfusianisme sebagai faktor positif yang mengajarkan hierarki, masyarakat harmonis dan berorientasi komunitas. Masuknya Protestanisme di Korea Selatan pada 1884 telah memodifikasi nilai-nilai Konfusianisme tradisional dengan pendidikan modern, dan visi masyarakat Barat dan nilai-nilai Protestan.

STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI KOREA SELATAN



Jika dibandingkan dengan Indonesia, Korea Selatan memulai pembangunan pada masa yang hampir sama tetapi memiliki sumber daya alam yang jauh lebih miskin. Namun saat ini semua tahu, Korea Selatan telah menjadi raksasa ekonomi baru, membuntuti negara-negara maju, cukup jauh meninggalkan Indonesia.

Kesuksesan Korea Selatan melakukan pembangunan negaranya secara mudah dapat dilihat dari peningkatan indikator Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita dari tahun 1960 sampai 2012. PDB perkapita Korea Selatan mengalami kenaikan sekitar 14,6 kali lipat. Ini merupakan lompatan terbesar yang pernah dicapai dalam pembangunan ekonomi suatu negara di dunia sampai saat ini.

Banyak pihak mengakui kesuksesan Korea Selatan terutama karena tepatnya strategi mereka saat melaksanakan pembangunan di awal tahu 60-an dulu. Belajar dari Korea Selatan dengan demikian dapat dilakukan dengan mempelajari strategi mereka saat itu. Rahasia kinerja pembangunan fantastis yang ditunjukkan Korea Selatan ini, di antaranya karena tiga strategi yaitu motivasi, fokus, dan pegembangan kapasitas.

  • Motivasi

Masyarakat Korea Selatan pada sekitar tahun 1950-an, adalah individu-individu yang pemalas. Para petani sesudah panen pada musim gugur, kemudian bermalas-malasan, dengan minum-minum dan berjudi, sampai datangnya musim semi. Demikian pula perusahaan, pada umumnya mereka tidak memiliki etos kerja yang gigih, dan mereka merasa cukup dengan hanya menikmati pasar domestik melalui pemilikan lisensi impor.

Pelan tapi pasti keadaan tersebut berubah dengan kepemimpinan Presiden Park Chung Hee selama 18 tahun, yaitu sejak 1961 sampai 1979. Presiden Park menjalankan strategi meningkatkan motivasi baik kepada para petani secara individu maupun kepada perusahaan melalui Semaul Undong atau gerakan desa baru. Kepada petani misalnya, Presiden Park menekankan bahwa pemerintah hanya akan mendukung petani yang memang berinisiatif memperbaiki diri. Presiden Park bahkan berani mengorbankan kekuasaannya untuk suksesnya strategi tersebut.

Dalam program tersebut desa dibedakan ke dalam tiga golongan berdasarkan keinginan membangun mereka, yaitu desa pemula (elementary), desa yang dapat memenuhi kebutuhan sendiri (self help) dan desa mandiri (self reliant). Semakin tinggi motivasi, semakin besar bantuan pemerintah. Pemerintah hanya akan membantu mereka yang melakukan perbaikan bukan yang membutuhkan perbaikan. Konon, ide memotivasi dengan cara ini, diperoleh Presiden Park dari Indonesia, tepatnya saat berkunjung ke Aceh, setelah melihat kaligrafi ayat al Quran yang sangat populer yang artinya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali mereka mengubah nasib mereka sendiri. Pendekatan ini sangat bertentangan dengan teori tentang peran pemerintah dalam perekonomian yang berlaku saat itu.

  • Fokus

Rahasia kedua keberhasilan Korea Selatan adalah dengan menerapkan strategi fokus. Strategi ini lahir dari budaya Korea. Dalam keluarga Korea merupakan suatu kelaziman di masa lalu yang penuh keterbatasan, jika satu keluarga memiliki 5 anak misalnya, maka ayahnya akan memilih hanya satu anak yang akan disekolahkan sampai ke perguruan tinggi. Pilihan anak yang mana adalah dengan melihat yang kira-kira dianggap paling mampu dan saat sudah besar sanggup membiayai saudaranya yang lain.

Budaya fokus ini diterapkan Korea Selatan dalam menciptakan dunia usaha yang kompetitif di pasar internasional. Ibaratnya jika ada 10 orang dihadapkan pada target mencapai puncak tertinggi, maka pilihan Korea Selatan adalah dengan menunjuk satu orang yang paling mampu dan meminta dia membantu yang lain setelah berhasil mencapai puncak.

Dengan strategi fokus ini Korea Selatan 40 tahun-an yang lalu memilih 5 industri besar dan industri kimia (heavy and chemical industries - HCI) yang dijadikan target pengembangan, yaitu elektronik, automobil, kapal laut, besi dan kimia. Kelima industri tersebut pada saat itu masih sangat lemah. Prinsipnya, pemilihan industri yang akan dikembangkan, tidak didasarkan pada industri yang memiliki comparative advantage pada masa sekarang, tetapi pada industri yang akan memiliki comparative advantage pada masa depan.

  • Pengembangan Kapasitas

Strategi ketiga adalah pengembangan kapasitas, baik SDM maupun dunia usaha. Pada tingkat SDM individu, pemerintah Korea Selatan menekankan pendidikan universal dan pendidikan elite. Dalam pendidikan universal ditekankan program penyiapan tenaga guru, melalui pendirian pendidikan tinggi keguruan pada tahun 1962. Wajib belajar diterapkan secara tegas yaitu untuk pendidikan dasar 6 tahun (saat ini wajib belajar ditetapkan 9 tahun). Dalam pendidikan elite, Korea Selatan memberikan beasiswa sampai jenjang S3 bagi pelajar berprestasi di negara-negara maju.

Selain itu ditekankan pula pengembangan pendidikan kejuruan sebagai pintu masuk untuk memperoleh pekerjaan. Pemerintah mendorong sedemikian rupa agar para lulusan sekolah menengah kejuruan semudah mungkin memperoleh pekerjaan. Di lain pihak, pendidikan kejuruan juga menjadi sarana penyediaan supply tenaga kerja yang berketerampilan tinggi untuk mendorong perusahaan melakukan ekspor sebanyak-banyaknya. Paling tidak dua hal dilakukan pemerintah untuk mendorong sekolah kejuruan, yaitu kampanye nasional mempromosikan sekolah kejuruan serta penetapan sertifikasi lisensi dan indeks kinerja yang ketat.

Dalam pengembangan kapasitas perusahaan pemerintah Korea Selatan mendorong perusahaan-perusahaan meningkatkan kapasitas mereka dari sekadar “pabrik’ menjadi “subkontraktor” dan akhirnya menjadi “kontraktor.” Suatu usaha dikatakan baru sampai level pabrik jika usaha tersebut baru mengelola input yang harganya relatif murah. Perusahaan dikategorikan subkontraktor jika sudah memiliki modal dan skill produksi yang efisien. Subkontraktor kemudian didorong untuk meningkatkan kapasitas menjadi kontraktor, yang akan sudah memiliki merk dagang, jaringan distribusi dan desain yang khusus.




Korea Selatan merupakan salah satu negara republik dengan ekonomi tersukses di Asia. Korea yang terdiri dari semenanjung serta 3200 buah pulau yang besar dan kecil, terletak di bagian timur laut dari benua Asia. Korea tereletak bersebelahan dengan wilayah laut, Rusia dan Cina dari arah ke utara, serta berhadapan dengan Jepang dari arah selatan. Total Luas Semenanjung Korea : 222 ribu 300km2. Luas Teritorial Korea Selatan : 99 ribu 600km2(45% dari total luas Semenajung Korea)


Negara Korea berbentuk semenanjung yang memanjang dari utara ke selatan, namun jarak dari timur ke barat lebih panjang apabila pulau-pulau yang kecil juga dimasukkan. Panjang semenanjung Korea lebih kurang 840km dari selatan ke utara dan 1.200km dari timur ke barat.
Korea terdiri dari bukit-bukit dan gunung-gunung yang mengelilingi hampir 75% dari kawasannya.
Bukit-bukit rendah menjadi ciri utama di daerah selatan dan barat, serta gunung-gunung yang lebih tinggi terdapat di daerah timur dan utara.



Mata pencaharian Penduduk Korea Selatan

Mata Pencaharian “Primer” (hijau) sepeti agrikultur, perkebunan, dan perikanan merupakan mata pencaharian utama pada tahun 1960-an tetapi waktu ke waktu terus berkurang sehingga pada saat ini merupakan mata pencaharian yang paling tidak popular.

Mata Pencaharian “Sekunder” (Merah) sepeti pertambangan dan manufaktur pada awalnya kurang digemari penduduk tetapi pada tahun 1990 sektor ini meningkat. Akan tetapi, pada tahun-tahun berikutnya jumlah pekerja di sector ini menurun sedikit demi sedikit.

Mata Pencaharian “Tersier” (Biru) seperti pelayanan dan jasa pada awalnya cukup banyak pekerjanya. Sampai saat ini, sektor ini lah yang paling banyak dipenuhi oleh pekerja-pekerja Korea .


Hasil-Hasil Produksi Korea

Dari bidang agrikultur (total produksi tahun 2001)
1. Beras (5.515.000 ton)
2. Gandum (272.000 ton)
3. Kacang Kedelai (140.000 ton)
4. Kentang (205.000 ton)

Dari bidang peternakan (total produksi tahun 2001)
1. Sapi (untuk daging) (1.406.000 ekor)
2. Sapi (untuk susu) (548.000 ekor)
3. Ayam (102.393.000 ekor)
4. Babi (8.720.000 ekor)

Hasil Tambang Utama, antara lain batubara, bijih besi, tembaga, timbel, seng, tungsten, emas, grafit, fosfat, perak, dan tembaga.

Hasil Industri Utama, antara lain besi dan baja, pengolahan makanan, tekstil, perikanan, mesin listrik, traktor dan sarana pertanian lain, semen, mesin pertambangan, mineral, kimia, mesin diesel, ban karet, sepatu, kertas, gelas, dan kayu lapis.

Ekspor Utama, antara lain baja, produk pertanian, mineral, kimia, pakaian, kayu lapis, barang elektronik, dan tekstil. Impor Utama, antara lain bahan bakar.




SUMBER DAYA MANUSIA

Pada sisi pengembangan Sumber Daya Manusia khususnya pada pendidikan, pemerintah Korea Selatan, telah memberi perhatian yang sangat baik dan khusus terhadap kualitas pendidikannya, baik pendidikan di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah. Pemerintah Korea Selatan memandang bahwa pendidikanlah yang merupakan unsur  utama dalam  memicu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.
“Level up! Our Future Will Change!” itulah motto dari salah satu sekolah milik Pemerintah di Korea Selatan yang dimana motto tersebut memiliki makna dan artian, apabila tingkat kualitas pendidikkan meningkat, maka masa depan kita akan berubah menjadi lebih baik. Perhatian itu mulai dari sistematika kurikulum hingga pembangunan sarana dan prasarana sekolah yang hampir sebagian besar didanai oleh Pemerintah. 
Tersedianya fasilitas tersebut menjadi motivasi dan dorongan yang kuat bagi kalangan siswa untuk belajar lebih bersungguh-sungguh menimba ilmu pengetahuan. Seperti halnya, Pemerintah Korea Selatan telah menyediakan akses internet berkecepatan tinggi di setiap sekolah demi kelancaran siswanya dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Oleh karena itu kita tidak heran lagi kalau Korea Selatan maju begitu pesat termasuk dalam dunia pendidikan.
Pembagian zonasi menjadi beberapa bagian di lingkungan sekolah, juga menjadi salah satu upaya lain dari pihak sekolah untuk meningkatkan kemampuan siswa di berbagai bidang. Seperti adanya area “English zone” yang menetapkan titik tertentu pada daerah sekolah yang dikhususkan sebagai daerah wajib menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi pada saat kita berada di area tersebut,  yang tentunya betujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam ber-bahasa Inggris.
Dan juga ada “science zone”, dimana area tersebut terdiri dari ruangan-ruangan, laboratorium science dan segala hal yang berkaitan dengan science yang juga digunakan siswa untuk melangsungkan proses belajar. Fasilitas pelengkap juga disediakan oleh sekolah untuk membantu pengerjaan tugas praktek yang diberi kepada siswa.
Dalam pengasahan kemampuan siswa dalam bidang akademik, Pemerintah Korea Selatan memprioritaskan Matematika dan Sains sebagai subjek utama yang wajib ditekuni oleh siswa, serta memperbanyak kegiatan aktif dalam membaca untuk memperluas wawasan siswa. Sebagaimana ketentuan tersebut, adalah ketentuan yang dinilai oleh PISA (Program for Internasional Student Assesment) atau Program Penilaian Siswa Internasional dalam menentukan perkembangan pendidikan dunia.
Selain itu belajar praktik lebih mendominasi dalam proses belajar siswa. Melalui praktik, siswa dapat lebih mengembangkan kreativitas mereka serta dapat bermain sambil belajar. Tetapi, Kurikulum di Korea Selatan pun tidak sepenuhnya mengacu dan terfokus kepada bidang akademik saja. Namun juga mengacuh kepada bidang non akademik. Pihak sekolah juga memberi kesempatan maupun dukungan kepada siswa yang berminat, dan intinya adalah menyediakan fasilitas yang dapat membantu mengembangkan bakat–bakat siswa.
Selain meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, salah satu upaya Pemerintah Korea Selatan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia adalah dengan memperhatikan nilai gizi masyarakatnya dengan meningkatkan nilai konsumsi ikan per tahun-nya
Selain itu, kami juga mengamati, bahwa tingkat kedisiplinan dan kemandirian di negeri ginseng ini patut untuk dicontoh masyarakat umum khususnya bagi pelajar. Mereka ibarat disiplin dari “meja makan hingga ke meja belajar” yang dimana hal ini memiliki artian bahwa kedisiplinan mereka sudah dimulai sejak dini. Dari lingkungan rumah dan keluarga ke lingkungan sekolah bahkan umum, dimulai dari hal yang terkecil hingga ke tingkat lebih tinggi. Hal ini diamati langsung oleh peserta student tour SMP Al-Azhar Palu pada saat berkunjung ke Incheon Choeun Middle School.
Pada saat jadwal makan siang, seluruh siswa menuju ke kantin sekolah dan langsung antre untuk mengambil makanan. Budaya antre bukan lagi hal yang asing bagi mereka, budaya antre telah menjadi kebiasaan yang membudaya dalam kehidupan mereka sehari-hari yang tujuannya menjaga suasana tempat agar selalu tertib dan rapi. Selain itu, kemandirian dan kepedulian terhadap kebersihan juga tercermin pada diri para pelajar, setelah selesai makan, para siswa selalu membersihkan sendiri tempat makanan mereka.
Di sisi lain tak sedikit pula siswa yang mengendarai sepeda ke sekolah sebagai aksi peduli lingkungan.  Tak hanya itu, masyarakat Korea Selatan juga sangat disiplin terhadap waktu. Contoh kecilnya, setiap restoran akan tutup pada pukul 20.00 malam yang mengartikan bahwa masyarakat Korea Selatan memiliki jadwal makan malam paling lambat pukul 20.00 malam. Sama halnya dengan “breakfast time”, jadwal sarapan pagi pun diberi batasan paling lambat pukul 8.30 pagi. Hal ini secara tidak langsung juga menggambarkan pola hidup masyarakat Korea Selatan yang begitu teratur.  
Dalam bidang IPTEK nya Korea Selatan juga sudah mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya. taman robotik telah dibangun di Korea Selatan sebagai media wawasan bagi masyarakat umum yang menyangkut keunggulan Korea Selatan dalam bidang Teknologinya.
Salah satu teknologi yang akan dikembangkan nantinya adalah ‘private doctor’, yang dimana teknologi ini dapat membantu para pasien agar tidak perlu pergi ke rumah sakit ataupun klinik untuk mengecek kondisi kesehatan mereka.



Referensi
7.       http://smp.alazhar-palu.sch.id/informasi/berita/84-melihat-dan-bercermin-dari-sistem-pendidikan-negeri-ginseng.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar