Senin, 08 Juni 2015

GDP MENINGKAT, PENGANGGURAN JUGA MENINGKAT



Pendapatan Nasional merupakan salah satu indikator yang sangat penting pada perekonomian suatu Negara. Pendapatan nasional merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu Negara dalam satu tahun. 
Pada 1960an, GDP per kapita berada pada level yang sama dengan negara-negara di Afrika dan Asia. Saat terjadi krisis finansial yang parah di Asia pada tahun 1997-1998, Korea Selatan mengadopsi beberapa bentuk reformasi ekonomi, termasuk menjadi lebih terbuka terhadap investasi asing dan impor dari negara lain. Setelah itu Korea Selatan mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 4% per tahun antara tahun 2004 hingga 2007, bahkan pada 2010 Korea Selatan berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 10%. Namun seiring dengan pertubuhan ekonomi, ada permasalahan yang tengah dihadapi Korea Selatan, seperti pertumbuhan penduduk yang cepat, pasar tenaga kerja yang tidak fleksibel, serta ketergantungan terhadap ekspor yang notabene menyumbang sekitar setengah dari total GDP.
Bank of korea baru saja merilis data GDP dimana untuk periode kuartalan dari Januari-Maret 2014 tercatat tumbuh 0,9 persen padahal sebelumnya para ekonom memperkirakan GDP kuartalan negara tersebut hanya berada di kisaran 0,8 persen. Jika dilihat secara tahunan, angka GDP Korea Selatan juga tercatat tumbuh 3,9 persen. Saat ini perekonomian Korea Selatan sedang mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dari perkiraan. 
Berdasarkan rilis data yang sudah ada, beberapa hal yang menjadi kontributor dalam pertumbuhan ekonomi di negara tersebut antara lain tingkat konsumsi swasta meningkat sebesar 0,3% dimana pengeluaran terbanyak untuk industri otomotif seperti mobil, selain itu jumlah utang atas pembiayaan pembangunan rumah berkurang. BOK memperkirakan Korea Selatan akan menduduki peringkat ke-4 sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia dalam beberapa tahun kedepan.
Untuk saat ini, Korea Selatan belum memerlukan stimulus tambahan untuk memengaruhi paket kebijakan fiskal maupun moneternya dengan melihat pertumbuhan ekonomi yang sudah cukup cepat ini. Pasalnya, BOK berencana akan menaikkan suku bunga pada awal tahun depan untuk menekan inflasi. BOK telah menaikkan target  proyeksi pertumbuhan negaranya untuk bulan Januari 2014 lalu yang semula ditargetkan  3,8 persen saat ini menjadi 4 persen dan memroyeksikan target sebesar 4,2 persen untuk tahun depan.
Adapun, pertumbuhan ekonomi di Korea Selatan terhambat karena melemahnya sektor bisnis investasi dimana tercatat bahwa pengeluaran yang dikeluarkan untuk sektor tersebut ajtuh sebesar 1,3 persen.
Pertumbuhan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara erat kaitannya dengan inflasi. Oleh karena itu inflasi Maret yang tercatat sebesar 1,3 persen diperkirakan akan mencapai target yang telah ditetapkan BOK yaitu di kisaran 2,5-3,5 persen tahun ini. Tentu saja target tersebut sudah ditetapkan BOK dengan sudah mempertimbangkan sentimen negatif yang mungkin ada dari berbagai negara emerging countires.
Dalam mengendalikan inflasinya, BOK akan bermain pada suku bunga acuannya. Jika pasar sudah menunjukkan tingkat permintaan yang melonjak, maka BOK akan menaikkan suku bunga acuannya. Beberapa ekonom berpendapat BOK akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 2,75 persen pada kuartal pertama tahun depan. 
Dalam hal inilah BOK harus berperan sebagai alat kebijakan moneter agar tidak lekas berpuas diri dengan percepatan ekonomi yang terjadi saat ini. Pasalnya, jika BOK tidak dapat mengendalikan inflasi di negaranya, maka bukan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang dicapai, justru krisis yang akan diperoleh akibat hyper inflation.
Pendapatan riil per kapita adalah indikator yang menunjukkan daya beli sebenarnya dari pendapatan masyarakat Korea Selatan yang diperoleh baik di dalam maupun di luar negeri.
Pendapatan riil per kapita meningkat 4,2%
Dimuat: 2015-06-04 10:01:56 Terbaru: 2015-06-04 18:10:03
Pendapatan riil per kapita meningkat 4,2%
Pendapatan riil per kapita triwulan pertama tahun ini meningkat drastis dalam 5 tahun 9 bulan. 
Menurut data Bank Sentral Korea Selatan (BOK), pendapatan riil per kapita triwulan pertama tahun ini meningkat 4,2% dibanding triwulan sebelumnya. Jumlah itu mencapai titik tertinggi sejak triwulan kedua tahun 2009 yang mencatat rasio peningkatan 5%. 
BOK menjelaskan kondisi perdagangan sangat membaik berkat penurunan harga minyak internasional dan peningkatan pendapatan melalui suku bunga dan juga pengaruh dividen. 
Rasio peningkatan pendapatan riil per kapita pernah turun 0,2% pada triwulan ketiga tahun lalu, dan kembali naik sampai 1,6% pada triwulan keempat tahun lalu. 


Meskipun angka GDP di Korea Selatan meningkat, namun tingkat pengangguran di Korea Selatan pun turut meningkat. Tingkat pengangguran Korea Selatan naik tipis pada Mei, dengan sedikit pekerjaan yang diciptakan di sektor manufaktur. Menurut data yang dirilis Badan Statistik Korea, tingkat pengangguran musiman sebesar 3,2 persen pada Mei, naik dari 3,1 persen bulan sebelumnya, merupakan peningkatan pertama bulan ke bulan sejak Februari.
Badan statistik mengatakan jumlah pekerjaan di sektor kesejahteraan sosial meningkat sementara kenaikan pekerjaan di sektor manufaktur melambat. Data muncul sehari sebelum Bank Setral Korea bertemu untuk menkaingkatn suku bunga utama untuk bulan tersebut menyusul suatu kebijakan penurunan suku bunga yang mengejutkan pada bulan Mei. 
Dampak dari pengangguran tersebut pun meningkatkan jumlah kemiskinan yang ada di Korea Selatan, Tingkat kemiskinan untuk warga lanjut usia di Korea Selatan mencapai 48 persen ditahun 2013. Begitu data yang dilansir oleh Departemen Kesehatan dan Sosial Korea.
Menurut kabar yang dilansir Chosun Ilbo pada Kamis (22/1), angka tersebut merupakan peningkatan yang 3.5 kali lebih besar dari total tingkat kemiskinan nasional karena telah meraih porsi sebanyak 14 persen.
Data tersebut meliputi jumlah warga lansia yang mempunyai pendapatan 50 persen dibawah pendapatan rata-rata.
Menurut data berdasarkan faktor demografi, terdapat satu keluarga yang menduduki posisi paling miskin kedua, dan terdapat satu orang perempuan yang juga memiliki pendapatan paling rendah yang dilaporkan merupakan seorang janda.
Data baru dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menunjukkan tingkat kemiskinan lansia Korea Selatan di tingkat tertinggi di antara anggota OECD.
Statistik OECD yang dirilis pada hari Kamis (21/5/2015) menunjukkan ketimpangan pendapatan di negara-negara anggotanya telah memburuk ke level terburuk dalam sejarah.
Sepuluh persen penduduk terkaya di negara-negara OECD memperoleh penghasilan 9,6 kali lebih banyak dari sepuluh persen penduduk termiskin pada 2012, bertambah dari 9,1 kali di tahun 2000.
Sementara itu, 40 persen termiskin hanya memiliki tiga persen kekayaan sedangkan sepuluh persen terkaya memiliki setengahnya.
Di Korea Selatan, sepuluh persen terkaya menerima 10,1 kali penghasilan dari sepuluh persen termiskin, yang tampak sedikit lebih tinggi daripada rata-rata OECD.
Tingkat kemiskinan relatif nasional di antara penduduk lansia adalah 49,6 persen, tertinggi di antara negara-negara OECD.

Anggaran Pendapatan Belanja Korea Selatan




Realisasi
Sebelum Ini
Tertinggi
Paling Rendah
Tanggal
Satuan
Frekuensi
-1.50
-1.30
3.47
-4.10
1988 - 2013
Persen dari PDB
Tahunan

Nilai saat ini, data historis, perkiraan, statistik, grafik dan kalender ekonomi - Korea Selatan - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Korea Selatan Pemerintah
Terakhir
Sebelum Ini
Tertinggi
Paling Rendah
Satuan
-1.50
-1.30
3.47
-4.10
Persen dari PDB
[+]
33.80
34.80
34.80
7.99
Persen
[+]
-16206.00
-8524.00
42914.00
-28619.00
KRW - Miliar
[+]
52167.20
52066.50
52167.20
4673.10
KRW - Miliar
[+]
80.47
[+]



KERJASAMA DENGAN NEGARA LAIN

ASEAN-Korea Free Trade Area (AKFTA) merupakan salah satu perjanjian perdagangan internasional yang melibatkan negara-negara ASEAN (termasuk Indonesia) dan Korea Selatan. Preferential treatment diberikan bagi negara-negara yang menjadi anggota perjanjian tersebut di tiga sektor : sektor barang, jasa, dan investasi, dengan tujuan dapat memacu percepatan aliran barang, jasa, dan investasi di antara negara-negara anggota sehingga dapat terbentuk suatu kawasan perdagangan bebas. Proses perundingan awal AKFTA dimulai pada awal tahun 2005 dan pada tanggal 13 Desember 2005 Kerangka Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Menyeluruh (Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation) AKFTA dapat ditandatangani oleh para kepala negara ASEAN dan Korea Selatan di Kuala Lumpur, Malaysia. Sejak saat itu, proses perundingan teknis di tiga sektor tersebut dimulai di mana perjanjian untuk ketiga sektor dapat diselesaikan dalam tahapan yang berbeda-beda. Kesepakatan perdagangan barang dapat diselesaikan paling awal dengan ditandatanganinya perjanjian perdagangan barang AKFTA tanggal 24 Agustus 2006 di Kuala Lumpur, Malaysia. Sedangkan dua kesepakatan lain di sektor perdagangan jasa dan sektor investasi baru dapat diselesaikan masing-masing pada tahun 2007 dan 2009. Kesepakatan perdagangan jasa ditandatangani oleh para menteri ekonomi saat KTT ASEAN tahun 2007 di Singapura, sedangkan perjanjian investasi AKFTA ditandatangani pada saat berlangsungnya KTT ASEAN-Korea bulan Juni 2009 di Pulau Jeju, Korea Selatan.
Pada perjanjian perdagangan barang AKFTA, negara-negara ASEAN dan Korea Selatan menyepakati upaya penghapusan ataupun pengurangan hambatan-hambatan tarif maupun non tarif. Pada skema penghapusan atau pengurangan tarif tersebut diatur secara detil program penurunan dan atau penghapusan tarif secara progresif, yang dibagi atas kategori Normal Track, Sensitive List, dan Highly Sensitive List. Khusus untuk kategori Normal Track yang mencakup sebagian besar jenis produk, penurunan dilakukan secara bertahap sejak perjanjian perdagangan barang efektif berlaku hingga batas waktu seluruh pos tarif menjadi 0% paling lambat 1 Januari 2010 untuk Korea Selatan dan 1 Januari 2012 untuk ASEAN 6. Negara-negara ASEAN lain di luar ASEAN 6, atau yang bisa disebut CLMV (Cambodia, Lao PDR, Myanmar, Viet Nam) diberikan fleksibilitas berupa tambahan waktu yang sifatnya bervariasi.
Dalam neraca perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan pada tahun 2010, Indonesia dapat mencatat surplus sebesar US$ 4,8 miliar. Jumlah ini meningkat 43,1% dibandingkan surplus perdagangan tahun 2009 yang sebesar US$ 3,4 miliar. Total perdagangan kedua negara telah mencapai angka US$ 20,3 miliar dengan nilai ekspor sebesar US$ 12,5 miliar dan impor sebesar US$ 7,7 miliar. Angka tersebut merupakan kenaikan sebesar 57,36% dibanding total perdagangan pada tahun 2009 sebesar US$ 12,8 miliar. Sedangkan pada periode Januari-September 2011, total perdagangan kedua negara telah berjumlah US$ 21,2 miliar atau naik 47,47% dibanding periode yang sama pada tahun 2010 sebesar US$ 14,4 miliar. Perdagangan antar kedua negara menunjukkan kecenderungan positif, di mana rata-rata pertumbuhannya selama 5 (lima) tahun terakhir (2006-2010) tercatat sebesar 15,97%.
Setelah perjanjian AKFTA ini berlangsung hampir lima tahun, perlu dilakukan evaluasi dengan melakukan analisis kuantitatif terhadap kontribusi dari perjanjian tersebut terhadap perekonomian Indonesia. Perjanjian perdagangan barang AKFTA merupakan salah satu sektor penting dari perjanjian AKFTA yang perlu dilakukan evaluasi atau impact assessment. Dalam hal ini, penilaian dampak suatu FTA perlu dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan suatu FTA dapat dipenuhi (Plummer 2010).
Pendapatan nasional merupakan salah satu dari tiga indikator untuk menghitung dampak dari suatu FTA terhadap suatu negara dari aktivitasnya dalam perdagangan internasional (Llyoid dan Mclaren 2004: 451). Dalam model Keynesian empat sektor, salah satu komponen pendapatan nasional adalah kontribusi ekspor. Adanya perubahan positif kontribusi ekspor terhadap pendapatan nasional Indonesia dan Korea Selatan dalam hubungannya dengan perdagangan Indonesia-Korea Selatan mengindikasikan dampak positif dari AKFTA terhadap kedua negara.


Nilai Mata Uang Won yang Semakin Menguat

Setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada tgl.17 September 2014, dolar Amerika semakin menguat. Dua isu terbesar pekan lalu, yaitu pertemuan FOMC dan pemungutan suara di Skotlandia berakhir positif. Namun, Federal Reserve Board memberikan sinyal kepada pasar akan meningkatkan suku bunga dan dan melaksanakan kebijakan moneter kontraktif pada waktu-waktu tertentu, sehingga kondisi nilai tukar mata uang di dunia bisa saja bergoyang.

Jika mencermati perubahan nilai tukar mata uang 32 negara terhadap dolar Amerka, mata uang won Korea Selatan mengalami penguatan. Tingkat depresiasi Won berkisar –0,9%, namun diantara mata uang yang menunjukkan tingkat depresiasi lebih rendah atau yang mengalami apresiasi dibandingkan Won adalah Yuan, Cina dengan 1,9% dan dolar Hongkong dengan 0%. Kedua mata uang itu dikendalikan secara terbatas dari sisi perubahan nilai tukar. Malaysia yang mengalami kenaikan mata uang 1,3% sudah meningkatkan 2 kali suku bunga standarnya sejak bulan Juli lalu. Namun, Korea Selatan justru menurunkan suku bunga standarnya di bulan Agustus, sehingga Won menjadi mata uang yang paling kuat pada semester kedua tahun ini.

Mata uang won menguat karena ada surplus di neraca transaksi berjalan dan demam 'beli Korea' oleh investor asing. Namun, setelah dibukanya pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), dolar menjadi meningkat secara drastis, dan hal itu menyulitkan kondisi Korea Selatan. Federal Reserve Board AS menyatakan tetap melanjutkan kebijakan suku bunga rendah, namun mereka memberitahukan adanya kemungkinan akan meningkatkan suku bunga AS sebanyak 0,25% pada akhir tahun depan. Efeknya, nilai tukar yen terhadap dolar di pasar valuta asing Tokyo menerobos 109-an yen untuk pertama kalinya dalam 6 tahun pada tgl.19 September lalu. Melemahnya yen Jepang telah berlangsung selama lebih satu setengah tahun, namun jika fenomena itu terus berlanjut, dampak negatif bagi perekonomian Korea Selatan akan semakin membesar. 

Dolar Amerika yang menguat mempercepat penurunan nilai yen, sehingga Jepang memperoleh daya saing harga produk yang tinggi untuk mendominasi pangsa pasar dalam persaingan ekspor dengan Korea Selatan. Ini menjadi sinyal merah bagi kegiatan ekspor akibat perubahan mata uang yang terus bergejolak!

Peningkatan suku bunga AS sudah ditetapkan, serta Eropa dan Jepang meningkatkan pelonggaran kuantitatif. Di masa transisi kebijakan moneter, Korea Selatan harus mengambil langkah-langkah untuk menghadapi arus dana internasional dan perubahan nilai tukar seperti melemahnya yen, menguatnya won, dll. Korea Selatan harus siap menghadapi perang mata uang sejalan perubahan keuangan global dengan menguatnya dolar.

Referensi:

Sabtu, 25 April 2015

TERNYATA “K-POP” URUTAN KE-12




Korea Selatan, Negara yang saat ini sedang menarik banyak perhatian. Kenapa saya memilih untuk mengangkat Negara Korea Selatan ? awalnya karena saya salah satu pecinta drama Korea, juga K-Pop dan makanan – makanan Korea, hal itulah yang menarik saya untuk memperdalam pengetahuan tentang Korea, tak hanya dari gaya hidup dan kebiasaannya, tapi juga dari segi perekonomiannya.

Selama lebih dari empat dekade terakhir, Korea Selatan muncul sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan dengan ekonomi industri dengan teknologi yang tinggi. Dewasa ini Korea Selatan mampu memajukan ekonominya dan menjadi negara dengan perekonomian tersukses ke-12 di dunia. Kemajuan perekonomian Korea Selatan disebabkan oleh faktor sistem pemerintah dan bisnis, termasuk kredit langsung dan restriksi impor. Pemerintah hanya meningkatkan impor terhadap bahan mentah dan teknologi daripada barang-barang konsumsi, serta menggalakkan tabungan dan investasi daripada konsumsi. Selain faktor kebijakan dan strategi pemerintah, transformasi  yang terjadi di Korea Selatan juga dipengaruhi oleh karakteristik, seperti implementasi model ekonomi berbasis perdagangan bebas, perkembangan struktur ekonomi berbasis jaringan bisnis (chaebols), dan cepatnya penciptaan kapasitas teknologi. Selain itu, adanya pengaruh budaya baik di pemerintah maupun masyarakat yang memiliki peran penting dalam kemajuan Korea Selatan, yakni Konfusianisme.

Konfusianisme, cara pemikiran Cina kuno yang telah menyebar melalui banyak negara Asia Timur, sering digambarkan sebagai sebuah agama. Mungkin definisi yang lebih akurat Konfusianisme adalah bahwa itu adalah kode rinci perilaku interpersonal. Dalam budaya di mana ia memeluk, Konfusianisme adalah doktrin politik dan sosial yang praktis.

Kung Fu-Tzu, yang dikenal di negara-negara Barat sebagai Konfusius, tinggal di Cina sekitar 500 SM. Dia adalah seorang guru yang ditawarkan muridnya sebuah sistem selama periode ketika China terganggu oleh perang. Salah satu ajaran Konfusius yang paling penting adalah bahwa ada urutan yang tepat untuk segala sesuatu di alam semesta, termasuk masyarakat manusia. Konfusius mengajarkan bahwa melalui cara ini kedamaian, tatanan sosial dan harmoni bisa dicapai jika setiap orang tahu tempatnya yang tepat di masyarakat dan menjunjung tinggi tanggung jawab dari tempat itu. Dalam Konfusianisme, ide ini diringkas sebagai berikut, "Biarkan penguasa menjadi penguasa, subjek tunduk, sang ayah menjadi ayah, dan anak menjadi anak." Melalui definisi lima hubungan dasar, Konfusianisme memberikan panduan sederhana untuk pemesanan keluarga dan masyarakat. 
Kelima disiplin moral untuk mengatur lima hubungan manusia adalah sebagai berikut :
1. Keadilan dan kebenaran harus menandai hubungan antara independent dan subjek
2. Harusnya ada hubungan yang baik antara ayah dan anak
3. Pemisahan fungsi suami dan isteri
4. yang lebih muda seharusnya mendahulukan yang lebih tua
5. Keimanan dan kepercayaan akan memerintah hubungan pertemanan

Selama berabad-abad, Konfusianisme telah menjadi pedoman rakyat Korea Selatan yang penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Konsep Konfusianisme adalah harmoni sosial dan ajaran-ajaran moral diserap dalam kehidupan rakyat Korea Selatan dan memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak budaya Korea seperti yang terlihat saat ini. Konfusianisme telah mengakar dalam tingkah laku, kebiasaan, hingga pola pikir rakyat Korea Selatan. Ide-ide fundamental tentang moralitas dan hubungan manusia seringkali diasosiasikan dengan konsep konfusianisme. Di Korea, orang-orang tua sangat dihargai, bahkan perbedaan usia diakui. Meskipun memiliki catatan buruk tentang korupsi dan mismanajemen yang sangat parah dalam pemerintah Korea Selatan selama beberapa dekade, namun Korea Selatan mampu memperbaiki dan bangkit.
Konfusianisme menjadi faktor penting dalam kemajuan perekonomian di Korea Selatan. Di Korea Selatan tejadi asimilasi ajaran Protestanisme dan nilai kapitalisme dengan budaya Konfusianisme yang tegas dan berorientasi pada tujuan, dimana dalam proses asimilasi Konfusianisme sebagai faktor positif yang mengajarkan hierarki, masyarakat harmonis dan berorientasi komunitas. Masuknya Protestanisme di Korea Selatan pada 1884 telah memodifikasi nilai-nilai Konfusianisme tradisional dengan pendidikan modern, dan visi masyarakat Barat dan nilai-nilai Protestan.

STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI KOREA SELATAN



Jika dibandingkan dengan Indonesia, Korea Selatan memulai pembangunan pada masa yang hampir sama tetapi memiliki sumber daya alam yang jauh lebih miskin. Namun saat ini semua tahu, Korea Selatan telah menjadi raksasa ekonomi baru, membuntuti negara-negara maju, cukup jauh meninggalkan Indonesia.

Kesuksesan Korea Selatan melakukan pembangunan negaranya secara mudah dapat dilihat dari peningkatan indikator Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita dari tahun 1960 sampai 2012. PDB perkapita Korea Selatan mengalami kenaikan sekitar 14,6 kali lipat. Ini merupakan lompatan terbesar yang pernah dicapai dalam pembangunan ekonomi suatu negara di dunia sampai saat ini.

Banyak pihak mengakui kesuksesan Korea Selatan terutama karena tepatnya strategi mereka saat melaksanakan pembangunan di awal tahu 60-an dulu. Belajar dari Korea Selatan dengan demikian dapat dilakukan dengan mempelajari strategi mereka saat itu. Rahasia kinerja pembangunan fantastis yang ditunjukkan Korea Selatan ini, di antaranya karena tiga strategi yaitu motivasi, fokus, dan pegembangan kapasitas.

  • Motivasi

Masyarakat Korea Selatan pada sekitar tahun 1950-an, adalah individu-individu yang pemalas. Para petani sesudah panen pada musim gugur, kemudian bermalas-malasan, dengan minum-minum dan berjudi, sampai datangnya musim semi. Demikian pula perusahaan, pada umumnya mereka tidak memiliki etos kerja yang gigih, dan mereka merasa cukup dengan hanya menikmati pasar domestik melalui pemilikan lisensi impor.

Pelan tapi pasti keadaan tersebut berubah dengan kepemimpinan Presiden Park Chung Hee selama 18 tahun, yaitu sejak 1961 sampai 1979. Presiden Park menjalankan strategi meningkatkan motivasi baik kepada para petani secara individu maupun kepada perusahaan melalui Semaul Undong atau gerakan desa baru. Kepada petani misalnya, Presiden Park menekankan bahwa pemerintah hanya akan mendukung petani yang memang berinisiatif memperbaiki diri. Presiden Park bahkan berani mengorbankan kekuasaannya untuk suksesnya strategi tersebut.

Dalam program tersebut desa dibedakan ke dalam tiga golongan berdasarkan keinginan membangun mereka, yaitu desa pemula (elementary), desa yang dapat memenuhi kebutuhan sendiri (self help) dan desa mandiri (self reliant). Semakin tinggi motivasi, semakin besar bantuan pemerintah. Pemerintah hanya akan membantu mereka yang melakukan perbaikan bukan yang membutuhkan perbaikan. Konon, ide memotivasi dengan cara ini, diperoleh Presiden Park dari Indonesia, tepatnya saat berkunjung ke Aceh, setelah melihat kaligrafi ayat al Quran yang sangat populer yang artinya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali mereka mengubah nasib mereka sendiri. Pendekatan ini sangat bertentangan dengan teori tentang peran pemerintah dalam perekonomian yang berlaku saat itu.

  • Fokus

Rahasia kedua keberhasilan Korea Selatan adalah dengan menerapkan strategi fokus. Strategi ini lahir dari budaya Korea. Dalam keluarga Korea merupakan suatu kelaziman di masa lalu yang penuh keterbatasan, jika satu keluarga memiliki 5 anak misalnya, maka ayahnya akan memilih hanya satu anak yang akan disekolahkan sampai ke perguruan tinggi. Pilihan anak yang mana adalah dengan melihat yang kira-kira dianggap paling mampu dan saat sudah besar sanggup membiayai saudaranya yang lain.

Budaya fokus ini diterapkan Korea Selatan dalam menciptakan dunia usaha yang kompetitif di pasar internasional. Ibaratnya jika ada 10 orang dihadapkan pada target mencapai puncak tertinggi, maka pilihan Korea Selatan adalah dengan menunjuk satu orang yang paling mampu dan meminta dia membantu yang lain setelah berhasil mencapai puncak.

Dengan strategi fokus ini Korea Selatan 40 tahun-an yang lalu memilih 5 industri besar dan industri kimia (heavy and chemical industries - HCI) yang dijadikan target pengembangan, yaitu elektronik, automobil, kapal laut, besi dan kimia. Kelima industri tersebut pada saat itu masih sangat lemah. Prinsipnya, pemilihan industri yang akan dikembangkan, tidak didasarkan pada industri yang memiliki comparative advantage pada masa sekarang, tetapi pada industri yang akan memiliki comparative advantage pada masa depan.

  • Pengembangan Kapasitas

Strategi ketiga adalah pengembangan kapasitas, baik SDM maupun dunia usaha. Pada tingkat SDM individu, pemerintah Korea Selatan menekankan pendidikan universal dan pendidikan elite. Dalam pendidikan universal ditekankan program penyiapan tenaga guru, melalui pendirian pendidikan tinggi keguruan pada tahun 1962. Wajib belajar diterapkan secara tegas yaitu untuk pendidikan dasar 6 tahun (saat ini wajib belajar ditetapkan 9 tahun). Dalam pendidikan elite, Korea Selatan memberikan beasiswa sampai jenjang S3 bagi pelajar berprestasi di negara-negara maju.

Selain itu ditekankan pula pengembangan pendidikan kejuruan sebagai pintu masuk untuk memperoleh pekerjaan. Pemerintah mendorong sedemikian rupa agar para lulusan sekolah menengah kejuruan semudah mungkin memperoleh pekerjaan. Di lain pihak, pendidikan kejuruan juga menjadi sarana penyediaan supply tenaga kerja yang berketerampilan tinggi untuk mendorong perusahaan melakukan ekspor sebanyak-banyaknya. Paling tidak dua hal dilakukan pemerintah untuk mendorong sekolah kejuruan, yaitu kampanye nasional mempromosikan sekolah kejuruan serta penetapan sertifikasi lisensi dan indeks kinerja yang ketat.

Dalam pengembangan kapasitas perusahaan pemerintah Korea Selatan mendorong perusahaan-perusahaan meningkatkan kapasitas mereka dari sekadar “pabrik’ menjadi “subkontraktor” dan akhirnya menjadi “kontraktor.” Suatu usaha dikatakan baru sampai level pabrik jika usaha tersebut baru mengelola input yang harganya relatif murah. Perusahaan dikategorikan subkontraktor jika sudah memiliki modal dan skill produksi yang efisien. Subkontraktor kemudian didorong untuk meningkatkan kapasitas menjadi kontraktor, yang akan sudah memiliki merk dagang, jaringan distribusi dan desain yang khusus.




Korea Selatan merupakan salah satu negara republik dengan ekonomi tersukses di Asia. Korea yang terdiri dari semenanjung serta 3200 buah pulau yang besar dan kecil, terletak di bagian timur laut dari benua Asia. Korea tereletak bersebelahan dengan wilayah laut, Rusia dan Cina dari arah ke utara, serta berhadapan dengan Jepang dari arah selatan. Total Luas Semenanjung Korea : 222 ribu 300km2. Luas Teritorial Korea Selatan : 99 ribu 600km2(45% dari total luas Semenajung Korea)


Negara Korea berbentuk semenanjung yang memanjang dari utara ke selatan, namun jarak dari timur ke barat lebih panjang apabila pulau-pulau yang kecil juga dimasukkan. Panjang semenanjung Korea lebih kurang 840km dari selatan ke utara dan 1.200km dari timur ke barat.
Korea terdiri dari bukit-bukit dan gunung-gunung yang mengelilingi hampir 75% dari kawasannya.
Bukit-bukit rendah menjadi ciri utama di daerah selatan dan barat, serta gunung-gunung yang lebih tinggi terdapat di daerah timur dan utara.



Mata pencaharian Penduduk Korea Selatan

Mata Pencaharian “Primer” (hijau) sepeti agrikultur, perkebunan, dan perikanan merupakan mata pencaharian utama pada tahun 1960-an tetapi waktu ke waktu terus berkurang sehingga pada saat ini merupakan mata pencaharian yang paling tidak popular.

Mata Pencaharian “Sekunder” (Merah) sepeti pertambangan dan manufaktur pada awalnya kurang digemari penduduk tetapi pada tahun 1990 sektor ini meningkat. Akan tetapi, pada tahun-tahun berikutnya jumlah pekerja di sector ini menurun sedikit demi sedikit.

Mata Pencaharian “Tersier” (Biru) seperti pelayanan dan jasa pada awalnya cukup banyak pekerjanya. Sampai saat ini, sektor ini lah yang paling banyak dipenuhi oleh pekerja-pekerja Korea .


Hasil-Hasil Produksi Korea

Dari bidang agrikultur (total produksi tahun 2001)
1. Beras (5.515.000 ton)
2. Gandum (272.000 ton)
3. Kacang Kedelai (140.000 ton)
4. Kentang (205.000 ton)

Dari bidang peternakan (total produksi tahun 2001)
1. Sapi (untuk daging) (1.406.000 ekor)
2. Sapi (untuk susu) (548.000 ekor)
3. Ayam (102.393.000 ekor)
4. Babi (8.720.000 ekor)

Hasil Tambang Utama, antara lain batubara, bijih besi, tembaga, timbel, seng, tungsten, emas, grafit, fosfat, perak, dan tembaga.

Hasil Industri Utama, antara lain besi dan baja, pengolahan makanan, tekstil, perikanan, mesin listrik, traktor dan sarana pertanian lain, semen, mesin pertambangan, mineral, kimia, mesin diesel, ban karet, sepatu, kertas, gelas, dan kayu lapis.

Ekspor Utama, antara lain baja, produk pertanian, mineral, kimia, pakaian, kayu lapis, barang elektronik, dan tekstil. Impor Utama, antara lain bahan bakar.




SUMBER DAYA MANUSIA

Pada sisi pengembangan Sumber Daya Manusia khususnya pada pendidikan, pemerintah Korea Selatan, telah memberi perhatian yang sangat baik dan khusus terhadap kualitas pendidikannya, baik pendidikan di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah. Pemerintah Korea Selatan memandang bahwa pendidikanlah yang merupakan unsur  utama dalam  memicu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.
“Level up! Our Future Will Change!” itulah motto dari salah satu sekolah milik Pemerintah di Korea Selatan yang dimana motto tersebut memiliki makna dan artian, apabila tingkat kualitas pendidikkan meningkat, maka masa depan kita akan berubah menjadi lebih baik. Perhatian itu mulai dari sistematika kurikulum hingga pembangunan sarana dan prasarana sekolah yang hampir sebagian besar didanai oleh Pemerintah. 
Tersedianya fasilitas tersebut menjadi motivasi dan dorongan yang kuat bagi kalangan siswa untuk belajar lebih bersungguh-sungguh menimba ilmu pengetahuan. Seperti halnya, Pemerintah Korea Selatan telah menyediakan akses internet berkecepatan tinggi di setiap sekolah demi kelancaran siswanya dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Oleh karena itu kita tidak heran lagi kalau Korea Selatan maju begitu pesat termasuk dalam dunia pendidikan.
Pembagian zonasi menjadi beberapa bagian di lingkungan sekolah, juga menjadi salah satu upaya lain dari pihak sekolah untuk meningkatkan kemampuan siswa di berbagai bidang. Seperti adanya area “English zone” yang menetapkan titik tertentu pada daerah sekolah yang dikhususkan sebagai daerah wajib menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi pada saat kita berada di area tersebut,  yang tentunya betujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam ber-bahasa Inggris.
Dan juga ada “science zone”, dimana area tersebut terdiri dari ruangan-ruangan, laboratorium science dan segala hal yang berkaitan dengan science yang juga digunakan siswa untuk melangsungkan proses belajar. Fasilitas pelengkap juga disediakan oleh sekolah untuk membantu pengerjaan tugas praktek yang diberi kepada siswa.
Dalam pengasahan kemampuan siswa dalam bidang akademik, Pemerintah Korea Selatan memprioritaskan Matematika dan Sains sebagai subjek utama yang wajib ditekuni oleh siswa, serta memperbanyak kegiatan aktif dalam membaca untuk memperluas wawasan siswa. Sebagaimana ketentuan tersebut, adalah ketentuan yang dinilai oleh PISA (Program for Internasional Student Assesment) atau Program Penilaian Siswa Internasional dalam menentukan perkembangan pendidikan dunia.
Selain itu belajar praktik lebih mendominasi dalam proses belajar siswa. Melalui praktik, siswa dapat lebih mengembangkan kreativitas mereka serta dapat bermain sambil belajar. Tetapi, Kurikulum di Korea Selatan pun tidak sepenuhnya mengacu dan terfokus kepada bidang akademik saja. Namun juga mengacuh kepada bidang non akademik. Pihak sekolah juga memberi kesempatan maupun dukungan kepada siswa yang berminat, dan intinya adalah menyediakan fasilitas yang dapat membantu mengembangkan bakat–bakat siswa.
Selain meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, salah satu upaya Pemerintah Korea Selatan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia adalah dengan memperhatikan nilai gizi masyarakatnya dengan meningkatkan nilai konsumsi ikan per tahun-nya
Selain itu, kami juga mengamati, bahwa tingkat kedisiplinan dan kemandirian di negeri ginseng ini patut untuk dicontoh masyarakat umum khususnya bagi pelajar. Mereka ibarat disiplin dari “meja makan hingga ke meja belajar” yang dimana hal ini memiliki artian bahwa kedisiplinan mereka sudah dimulai sejak dini. Dari lingkungan rumah dan keluarga ke lingkungan sekolah bahkan umum, dimulai dari hal yang terkecil hingga ke tingkat lebih tinggi. Hal ini diamati langsung oleh peserta student tour SMP Al-Azhar Palu pada saat berkunjung ke Incheon Choeun Middle School.
Pada saat jadwal makan siang, seluruh siswa menuju ke kantin sekolah dan langsung antre untuk mengambil makanan. Budaya antre bukan lagi hal yang asing bagi mereka, budaya antre telah menjadi kebiasaan yang membudaya dalam kehidupan mereka sehari-hari yang tujuannya menjaga suasana tempat agar selalu tertib dan rapi. Selain itu, kemandirian dan kepedulian terhadap kebersihan juga tercermin pada diri para pelajar, setelah selesai makan, para siswa selalu membersihkan sendiri tempat makanan mereka.
Di sisi lain tak sedikit pula siswa yang mengendarai sepeda ke sekolah sebagai aksi peduli lingkungan.  Tak hanya itu, masyarakat Korea Selatan juga sangat disiplin terhadap waktu. Contoh kecilnya, setiap restoran akan tutup pada pukul 20.00 malam yang mengartikan bahwa masyarakat Korea Selatan memiliki jadwal makan malam paling lambat pukul 20.00 malam. Sama halnya dengan “breakfast time”, jadwal sarapan pagi pun diberi batasan paling lambat pukul 8.30 pagi. Hal ini secara tidak langsung juga menggambarkan pola hidup masyarakat Korea Selatan yang begitu teratur.  
Dalam bidang IPTEK nya Korea Selatan juga sudah mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya. taman robotik telah dibangun di Korea Selatan sebagai media wawasan bagi masyarakat umum yang menyangkut keunggulan Korea Selatan dalam bidang Teknologinya.
Salah satu teknologi yang akan dikembangkan nantinya adalah ‘private doctor’, yang dimana teknologi ini dapat membantu para pasien agar tidak perlu pergi ke rumah sakit ataupun klinik untuk mengecek kondisi kesehatan mereka.



Referensi
7.       http://smp.alazhar-palu.sch.id/informasi/berita/84-melihat-dan-bercermin-dari-sistem-pendidikan-negeri-ginseng.html

Minggu, 25 Januari 2015

Ini yang Bikin Rupiah Sulit Perkasa Seperti Dolar AS

Bank Indonesia (BI) membeberkan akar permasalahan yang mengakibatkan nilai rukar rupiah terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tak heran bila Bank Sentral memperkirakan asumsi kurs rupiah pada rentang Rp 12.200-Rp 12.800 per dolar AS di tahun ini.
Gubernur BI, Agus DW Martowardojo menyebut, persoalan pertama, Indonesia membukukan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada 2013 sebesar US$ 29 miliar dan susut menjadi US$ 25 miliar pada 2014. Rapor merah defisit juga ada di neraca perdagangan Indonesia.
"Semua negara ASEAN surplus, kecuali Indonesia defisit. Kondisi ini nggak memungkinkan nilai tukar rupiah jadi lebih kuat, apalagi ekonomi Tiongkok melemah sehingga memicu penurunan harga komoditas dan bikin rupiah tertekan," jelas dia di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/1/2015) malam.
Dari catatan Agus, kurs rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS sebesar 1,7 persen di 2014. Masih jauh lebih rendah dibanding pelemahan nilai tukar mata uang dolar Singapura 4 persen, Malaysia 6 persen.
Problem kedua, sebut dia, karena pengaruh utang luar negeri (ULN) swasta yang lebih tinggi dibanding ULN pemerintah tanpa lindung nilai (hedging). ULN swasta mencapai US$ 161 miliar dan ULN pemerintah US$ 133 miliar.
"Risikonya nilai tukar rupiah menjadi likuiditas over leverage kalau terjadi perubahan," ujarnya.
Permasalahan ketiga kedalaman pasar keuangan di Indonesia masih sangat dangkal sehingga apabila ada lonjakan permintaan dolar AS, terjadi guncangan karena suplai kurang memadai.
Selain itu Undang-undang (UU) lalu lintas devisa di Indonesia diberikan kebebasan. Tidak seperti di Thailand dan Singapura di mana devisa hasil ekspor ditahan beberapa bulan atau ditukar ke mata uang mereka.
Di samping itu, BI sambung Agus, pemerintah akan menjaga inflasi di bawah 4 plus minus 1 persen melalui reformasi struktural mengingat problem mendasar kurs rupiah terkait pula dengan subsidi bahan bakar minyak (BBM). "Selama 20 tahun terakhir, isu kita cuma subsidi BBM dan listrik, pembangunan infrastruktur, perizinan termasuk anti korupsi. Reformasi struktural kita mencabut subsidi Premium dan subsidi tetap Solar sehingga ini dihormati dunia. Tinggal apa benar penghematan ini bisa dialihkan ke sektor produktif," cetus dia.
Sementara persoalan kelima, kata dia, datang dari normalisasi kebijakan moneter di AS sehingga berpeluang memacu penguatan dolar AS. "Kita harus perbaiki CAD, karena agak sulit menjaga kurs rupiah di level stabil kalau masih seperti ini," ucap Agus. (Fik/Ndw)


Pembahasan:
Begitu banyak penyebab yang membuat rupiah sulit perkasa seperti Dollar, namun bukan berarti nilai rupiah tidak bisa menjadi lebih kuat dari sekarang. Dengan pengaturan mengenai devisa dari hasil ekspor seperti mencontoh Negara tetangga Singapura dan Thailand mungkin akan bisa sedikit membantu menguatkan nilai tukar rupiah.
Pemerintah sudah bisa menemukan penyebab dari sulitnya nilai tukar rupiah meningkat, kini hanya bagaimana mencari jalan keluar agar mata uang rupiah bisa meningkat dan tidak terus terdepresiasi.
Jika utang luar negeri baik dari swasta ataupun pemerintah memberikan pengaruh yang cukup besar, pemerintah bisa menekan utang luar negeri agar tidak bertambah lebih besar.

Subsidi BBM dan listrik, pembangunan infrastruktur, perizinan dan pemberantasan korupsi pun ikut mempengaruhi nilai tukar rupiah. Jika pencabutan subsidi Premium dan solar cukup berpengaruh besar, maka tidak ada salahnya jika Premium dan Solar dihentikan pemberian subsidinya. Isu politik mengenaik pemberantasan korupsi pun ternyata berpengaruh pada nilai tukar rupiah, karena hal tersebut juga bisa menjadi pertimbangan bagi para investor untuk memberikan kepercayaannya untuk menanamkan saham ataupun modalnya di Indonesia.

Sabtu, 24 Januari 2015

Meski BBM Turun, Pengusaha Sulit Turunkan Harga Bahan Pokok

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) turun tidak otomatis juga diikuti harga barang kebutuhan pokok.
Wakil Ketua Umum APRINDO, Tutum Rahanta mengatakan, hal ini lantaran BBM bukan satu-satunya komponen yang menentukan harga barang kebutuhan pokok.
"Memang BBM itu salah satu komponennya, tetapi bukan satu-satunya yang dominan," ujar Tutum di Jakarta, Jumat (23/1/2015).
Menurut Tutum, ada faktor lain yang mempengaruhi harga barang yang diproduksi industri seperti tarif listrik, kurs rupiah, upah pekerja dan lain-lain.
"Harga produk itu tidak lepas dari beberapa komponen seperti kurs kita yang melemah, BI rate yang tidak turun sehingga pengaruhi suku bunga pinjaman, inflasi yang tiap tahun naik, biaya energi yang naik, upah juga naik. Berbagai komponen itu yang menentukan harga jual. BBM hanya pengaruh pada distibusi dan logistik," jelasnya.
Selain itu, Tutum mengungkapkan, sebagai pengusaha ritel, pihaknya hanya mengikuti harga jual barang dari industri. Jika harga dari industri turun, maka ritel juga akan menurunkan harga jualnya kepada konsumen, begitu juga sebaliknya.
Namun, dengan harga BBM turun ini juga diharapkan akan berdampak positif bagi konsumen sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.
"Kontribusi pedagangan dalam menentukan harga pasar yang terkait dengan harga BBM ada, tapi sangat tipis sekali. Namun kita semua berharap stabilitas harga menjadi lebih baik dan pasar kembali bergairah dengan turunnya harga BBM," tandasnya. (Dny/Ahm)


Pembahasan:
Pemerintah sudah beberapa kali menaik dan merunkan harga BBM, hal tersebut berpengaruh pada harga bahan kebutuhan pokok. Kali ini pemerintah sudah menurunkan harga BBM, karena turunnya harga BBM maka masyarakat mengharapkan turunny harga kebutuhan pokok dan juga turunnya tarif angkutan umum. Namun sangat disayangkan, bahwa turunnya BBM tidak berpengaruh pada turunnya harga bahan pokok dan tarif angkutan umum. Hal ini didasarkan bahwa turunnya harga BBM tidak banyak mempengaruhi proses produksi mengingat BBM hanya digunakan untuk distribusi pasokan barang. Sementara saat produksi barang kebutuhan pokok masih membutuhkan banyak pengeluaran. Kurs yang lemah serta BI rate yang turun juga naiknya inflasi mempengaruhi karena berpengaruh pada kenaikan upah buruh dan karyawan. Sehingga penurunan harga barang kebutuhan pokok dirasa cukup sulit.

Jumat, 23 Januari 2015

Produk Korea Dihadang Larangan Impor Banyak Negara

Seoul - Sejumlah produk Korea Selatan kini tengah menghadapi pengetatan berbagai regulasi impor dari berbagai negara di dunia. Pasalnya negara-negara berkembang kini tengah menebarkan sejumlah hambatan perdagangan demi melindungi berbagai bisnis domestik.
Mengutip Korean Herald, Kamis (22/1/2015), terjadi peningkatan 18,4 persen total produk Korea yang kini perdagangannya terhambat karena pengetatan regulasi impor negara lain.
Korea International Trade Association (KITA) mengumumkan, total 167 barang dari Korea Selatan menghadapi larangan impor di 26 negara pada 2014. Jumlah barang yang tidak boleh di ekspor ke 26 negara tersebut naik 26 item dari tahun sebelumnya.
Hambatan perdagangan mulai menjadi tren sejak 2012 saat sejumlah item dikenakan larangan impor. Jumlah barang Korea yang tidak boleh diimpor naik sekitar 120 persen sejak 2012.
Tahun lalu, Indonesia melarang impor tiga barang Korea. Sementara Malaysia melarang empat dan India melarang delapan produk Korea.
"Negara-negara berkembang dengan pasar domestik yang sangat besar dan cukup berpengaruh ke dunia ekonomi seperti China, Indonesia dan India, kini terus menggarap larangan impor barang Korea guna melindungi bisnis strategisnya," ungkap peneliti KITA, Jei Hyung-jung. (Sis/Gdn)


Pembahasan:
Sejak Korean Wave berkembang, produk – produk dari Negeri Gingseng tersebut semakin diminati oleh masyarakat yang Negara – Negaranya terkena dampak Korean Wave. Contohnya saja seperti di Indonesia, semakin maraknya film – film dari Korea bermunculan di televisi atau biasa disebut K-Drama atau K-Movie dan juga lagu – lagu Korea atau biasa disebut K-Pop. Semakin banyak orang yang tertarik menggunakan produk asal Negeri Gingseng tersebut. Mulai dari makanan, pakaian, kosmetik hingga peralatan rumah tangga menjadi sasaran para pecinta Negeri Gingseng tersebut.

Hal tersebut membuat pengusaha produk dalam negeri menjadi was – was. Karena masyarakat lebih memilih menggunakan produk asal Korea yang dinilai berkualitas lebih bagus. Maka dari itu pemerintah mulai harus merapikan regulasi mengenai Import produk asal Korea Selatan, agar para pengusaha local tidak tersingkir. Disisi lain juga sebaiknya produk local lebih diperkenalkan atau dipromosikan agar masyarakat juga tertarik menggunakan produk local, karena produk local pun sebenarnya tidak kalah bagus dari produk Korea Selatan. Selain itu, Pemerintah juga lebih memperhatikan pengusaha dan produk local, mulai memilah produk – produk local dengan kualitas yang terbaik untuk dipasarkan keluar negeri guna menambah devisa Negara. Negara – Negara tetangga dan Negara - Negara Maju banyak yang mulai melirik produk buatan Indonesia, contohnya saja seperti ukiran – ukiran kayu jati. Jadi Negara kita tidak hanya mampu import produk yang berkualitas tetapi juga mampu mengeksport produk – produk dalam negeri yang berkualitas.

Kamis, 22 Januari 2015

Pengusaha Minta Pemerintah Tiru Malaysia Soal IniPengusaha Minta Pemerintah Tiru Malaysia Soal Ini

Upaya meningkatkan kinerja dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sehingga mampu memberikan pendapatan yang besar bagi negara, pengusaha menilai pemerintah harus meniru cara Malaysia.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, BUMN di Malaysia bisa tumbuh dan mendapatkan untung yang besar karena dipimpin CEO kelas dunia, tidak perduli CEO tersebut berasal dari warga negara atau pun warga negara asing.
"BUMN di Malaysia itu dipimpin CEO top, kelas dunia. Mereka tidak peduli apakah itu warga negaranya sendiri atau warga negara asing," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1/2015).
Dia mencontohkan, BUMN minyak milik Malaysia seperti Petronas. Pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan tersebut setara dengan pendapatan separuh BUMN yang ada di Indonesia.
"BUMN di Malaysia keuntungan lebih besar dari separuh BUMN Indonesia kalau digabungkan," lanjutnya.
Menurut Suryo, dengan menggunakan CEO yang berkelas dunia, maka akan membuat BUMN Indonesia siap bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing sejenis.
"Karena mereka di-manajemeni oleh the best manajement you can get. Kalau keuntungan BUMN bisa tumbuh, maka pemasukan bagi negara juga besar dan enterpreneur dalam negeri bisa dikembangkan," tandas dia. (Dny/Nrm)


Pembahasan:
Menggunakan CEO kelas dunia mungkin baik untuk perkembangan BUMN, namun ada baiknya tetap menggunakan “anak bangsa” untuk memimpin BUMN, pimpinan dari dalam negeri atau warga Negara pun tak kalah baik dalam memimpin. Banyak juga pemimpin – pemimpin dari dalam negeri yang memiliki nama besar didunia. Contohnya saja Mantan Menteri Keuangan pada masa Presiden Bambang Yudhoyono, Sri Mulyani yang kini menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Negara kita masih memiliki banyak anak bangsa yang masih belum tergali potensi dan kemampuannya. Maka dari itu perlu dilakukan pelatihan – pelatihan atau seminar – seminar dengan pembicara – pembicara atau motivator asal dunia agar bisa bertukar pendapat, pemikiran dan pengalaman.

Bisa juga menggunakan CEO kelas dunia untuk memimpin BUMN sementara waktu sekaligus membantu calon pemimpin BUMN untuk melihat bagaimana cara CEO kelas dunia bekerja dan meneliti bagaimana cara CEO kelas dunia mengambil keputusan dan menghadapi masalah.Upaya meningkatkan kinerja dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sehingga mampu memberikan pendapatan yang besar bagi negara, pengusaha menilai pemerintah harus meniru cara Malaysia.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, BUMN di Malaysia bisa tumbuh dan mendapatkan untung yang besar karena dipimpin CEO kelas dunia, tidak perduli CEO tersebut berasal dari warga negara atau pun warga negara asing.
"BUMN di Malaysia itu dipimpin CEO top, kelas dunia. Mereka tidak peduli apakah itu warga negaranya sendiri atau warga negara asing," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1/2015).
Dia mencontohkan, BUMN minyak milik Malaysia seperti Petronas. Pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan tersebut setara dengan pendapatan separuh BUMN yang ada di Indonesia.
"BUMN di Malaysia keuntungan lebih besar dari separuh BUMN Indonesia kalau digabungkan," lanjutnya.
Menurut Suryo, dengan menggunakan CEO yang berkelas dunia, maka akan membuat BUMN Indonesia siap bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing sejenis.
"Karena mereka di-manajemeni oleh the best manajement you can get. Kalau keuntungan BUMN bisa tumbuh, maka pemasukan bagi negara juga besar dan enterpreneur dalam negeri bisa dikembangkan," tandas dia. (Dny/Nrm)


Pembahasan:
Menggunakan CEO kelas dunia mungkin baik untuk perkembangan BUMN, namun ada baiknya tetap menggunakan “anak bangsa” untuk memimpin BUMN, pimpinan dari dalam negeri atau warga Negara pun tak kalah baik dalam memimpin. Banyak juga pemimpin – pemimpin dari dalam negeri yang memiliki nama besar didunia. Contohnya saja Mantan Menteri Keuangan pada masa Presiden Bambang Yudhoyono, Sri Mulyani yang kini menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Negara kita masih memiliki banyak anak bangsa yang masih belum tergali potensi dan kemampuannya. Maka dari itu perlu dilakukan pelatihan – pelatihan atau seminar – seminar dengan pembicara – pembicara atau motivator asal dunia agar bisa bertukar pendapat, pemikiran dan pengalaman.
Bisa juga menggunakan CEO kelas dunia untuk memimpin BUMN sementara waktu sekaligus membantu calon pemimpin BUMN untuk melihat bagaimana cara CEO kelas dunia bekerja dan meneliti bagaimana cara CEO kelas dunia mengambil keputusan dan menghadapi masalah.

Sabtu, 17 Januari 2015

GCG

Prinsip GCG :
-          Transparansi
Adalah keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan, dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.

-          Akuntanbilitas
Adalah kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggung-jawaban organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.

-          Responsibilitas
Adalah kesesuaian dalam pengelolaan perusahaan terhadap per-uu dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan per-uu yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

-          Independensi
Adalah suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan per-uu yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

-          Fairness
Adalah keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan per-uu yang berlaku.



MANFAAT GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Ada beberapa keuntungan yang bisa dipetik oleh perusahaan dengan diterapkannya Good Corporate Governance, antara lain yaitu :

1. Meminimalkan cost of capital
 Perusahaan yang dikelola dengan baik dan sehat akan menciptakan suatu referensi positif bagi kreditor. Kondisi ini sangat berperan dalam meminimalkan biaya modal yang harus ditanggung bila perusahaan mengajukan pinjaman.

2. Meningkatkan citra perusahaan
 Citra sebuah perusahaan sangat untuk untuk kelangsungan perusahaan tersebut. tidak bisa kita pungkiri bahwa perusahaan yang memiliki citra yang baik otomatis banyak investor yang berniat menanamkan modalnya di perusahaan tersebut serta dapat meningkatkan daya jual produk karena kepercayaan konsumen akibat dari citra yang baik tersebut.

3. Meningkatkan nilai saham perusahaan
 Sebuah perusahaan yang dikelola dengan baik akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya. Sebuah survey yang dilakukan oleh Russell Reynolds Associaties (1997) mengungkapkan bahwa kualitas komisaris adalah salah satu faktor utama yang dinilai oleh investor institusional sebelum mereka memutuskan untuk membeli saham. Hal ini akan terlihat terutama ketika seorang investor bermaksud melakukan investasi untuk jangka waktu yang lama.
PERKEMBANGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DI INDONESIA
Bermula dari usulan penyempurnaan peraturan pencatatan pada Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) yang mengatur mengenai peraturan bagi emiten yang tercatat di BEJ yang mewajibkan untuk mengangkat komisaris independent dan membentuk komite audit pada tahun 1998, Corporate Governance (CG) mulai di kenalkan pada seluruh perusahaan public di Indonesia.
Setelah itu pemerintah Indonesia menandatangani Nota Kesepakatan (Letter of Intent) dengan International Monetary Fund (IMF) yang mendorong terciptanya iklim yang lebih kondusif bagi penerapan CG. Pemerintah Indonesia mendirikan satu lembaga khusus yang bernama Komite Nasional mengenai Kebijakan Corporate Governance (KNKCG) melalui Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Nomor: KEP-31/M.EKUIN/06/2000. Tugas pokok KNKCG merumuskan dan menyusun rekomendasi kebijakan nasional mengenai GCG, serta memprakarsai dan memantau perbaikan di bidang corporate governance di Indonesia.
Melalui KNKCG muncul pertama kali pedoman Umum GCG di tahun 2001, pedoman CG bidang Perbankan tahun 2004 dan Pedoman Komisaris Independen dan Pedoman Pembentukan Komite Audit yang Efektif.
Pada tahun 2004 Pemerintah Indonesia memperluas tugas KNKCG melalui surat keputusan Menteri Koordinator Perekonomian RI No. KEP-49/M.EKON/II/TAHUN 2004 tentang pemebentukan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) yang memperluas cakupan tugas sosialisasi Governance bukan hanya di sector korporasi tapi juga di sector pelayanan public.
KNKG pada tahun 2006 menyempurnakan pedoman CG yang telah di terbitkan pada tahun 2001 agar sesuai dengan perkembangan. Pada Pedoman GCG tahun 2001 hal-hal yang dikedepankan adalah mengenai pengungkapan dan transparansi, sedangkan hal-hal yang disempurnakan pada Pedoman Umum GCG tahun 2006 adalah :
1. Memperjelas peran tiga pilar pendukung (Negara, dunia usaha, dan masyarakat) dalam rangka penciptaan situasi kondusif untuk melaksanakan GCG.
2. Pedoman pokok pelaksanaan etika bisnis dan pedoman perilaku.
3. Kelengkapan Organ Perusahaan seperti komite penunjang dewan komisaris (komite audit, komite kebijakan risiko, komite nominasi dan remunerasi, komite kebijakan corporate governance);
4. Fungsi pengelolaan perusahaan oleh Direksi yang mencakup lima hal dalam kerangka penerapan GCG yaitu kepengurusan, manajemen risiko, pengendalian internal, komunikasi, dan tanggung jawab sosial;
5. Kewajiban perusahaan terhadap pemangku kepentingan lain selain pemegang saham seperti karyawan, mitra bisnis, dan masyarakat serta pengguna produk dan jasa.;
6. Pernyataan tentang penerapan GCG;
7. Pedoman praktis penerapan Pedoman GCG;
Secara strategis tahapan mengenai implementasi CG di Indonesia melalui beberapa tahap :
1. Pemberdayaan dewan komisaris agar mekanisme Check and Balance berjalan secara efektif. Dewan komisaris yang menjalankan prinsip-prinsip CG dapat secara efektif bekerja sesuai dengan peraturan dan best practices yang ada dalam dunia bisnis. Independensi komisaris diperlukan dalam rangka mewujudkan fungsi check and balance sebagai perwujudan dari asas akuntabilitas dalam perseroan. Saat ini selain pedoman komisari independen dan komite audit yang diterbitkan oleh KNKG, pihak otoritas Pasar Modal, BUMN, dan Perbankan juga telah mewajibkan penunjukan komisaris independen.
2. Memperbanyak agen-agen perubahan melalui program sertifikasi komisaris dan direktur. Melalui institusi pelatihan dan sertifikasi komisaris dan direktur materi CG disampaikan sebagai sarana untuk internalisasi prinsip CG dalam mengelola korporasi. Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia (LKDI) sebagai lembaga pelatihan dan sertifikasi kedirekturan yang di naungi oleh KNKG telah menjalankan fungsinya sejak tahun 2001 untuk menciptakan agen-agen perubahan didalam perusahaan yang konsisten menerapkan prinsip CG. Selain LKDI tercatat juga IICD dan lembaga-lembaga universitas yang turut serta dalam upaya menciptakan agen-agen perubahan.
3. Memasukkan asas-asas GCG kedalam pearturan perundangan seperti UUPT, UUPM, Peraturan Perundangan mengenai BUMN, Peraturan Perundangan mengenai Perbankan khususnya yang terkait dengan asas transparansi, akuntabilitas, dan fairness.
4. Penyusunan Pedoman-Pedoman oleh Komite Nasional Kebijakan Governance.
5. Sosialisasi dan implementasi pedoman-pedoman diantaranya berupa kewajiban assessment di Perbankan dan BUMN.

Secara keseluruhan penegakan aturan untuk penerapan CG belum ada sanksi yang memberikan efek jera bagi perusahaan yang tidak menerapkannya, namun di sektor perbankan telah dicoba untuk dimasukkan beberapa hal yang terkait dengan kewajiban Bank dalam menerapkan CG yang berujung pada sanksi bagi bank-bank yang tidak mengikuti aturan tersebut.

Sumber: Berbagai Sumber