Peran pasar rakyat (tradisional)
sebagai tulang punggung ekonomi nasional kian hari kian menyusut. Bukan tanpa
sebab. Menjamurnya pusat pembelanjaan modern diberbagai daerah di Indonesia
bisa jadi faktor utama yang "menyingkirkan" pasar rakyat tersebut.
Menurut Direktur Eksekutif dan
Ketua Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi, "tersingkirnya" pasar
rakyat haruslah menjadi perhatian semua pihak. Bahkan, institusi perbankan pun
menurutnya harus ikut memperhatikan hal tersebut.
"Peran pemerintah, swasta,
organisasi dan media dapat melebur menjadi satu kekuatan untuk mendukung
kelangsungan dan pengembangan pasar rakyat," ujar Restu dalam diskusi
mengenai pasar rakyat, Jakarta, Senin (22/12/2014).
Kata dia, pasar rakyat merupakan
showcase yang paling banyak berbicara mengenai kekayaan dan komoditas suatu
daerah. Bahkan kata dia, pasar rakyat tak hanya sekedar proses jual beli tetapi
juga tempat terjadinya interaksi sosial.
Selain itu, pasar rakyat menurut
Restu memiliki aspek sejarah dan budaya yang menjadi pengakuan tersendiri atas
keunikan karakter bangsa Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian
Perdagangan, 12,5 persen atau 30 juta penduduk Indonesia bermata pencaharian
sebagai pedagang di pasar rakyat. Sementara itu dari data survei AC Nielsen
tahun 2013, pasar rakyat kian menurun.
Dari 13.550 tahun 2007 menjadi
hanya 9.950 di tahun 2013. Sementara perbandingan pertumbuhan pasar rakyat
terhadap pasar modern cukup besar, dimana pasar rakyat hanya -8,1 persen
sementara pasar modern 31,4 persen.
Sumber : www.kompas.com
Pembahasan:
Pemerintah, pihak swasta, media
perbankan serta masyarakat umum sepatutnya memberikan perhatian ekstra untuk
pasar rakyat, agar pasar rakyat dapat lebih dikembangkan. Saat ini masyarakat
lebih memilih untuk pergi ke pasar modern, karena lebih nyaman, rapi, teratur
dan lebih bersih. Sementara orang mengenal pasar rakyat lebih kotor, panas,
berantakan dan tidak teratur. Padahal saat ini beberapa pasar rakyat sudah
mulai dibangun agar lebih bersih, rapi dan teratur.
Sementara untuk proses jual beli,
dipasar rakyat terhitung lebih murah dan dapat dilakukan tawar menawar. Tidak seperti
di pasar modern yang sudah mematok harga yang tidak dapat dirubah kecuali
sedang diskon ataupun promosi.
Jika pasar rakyat dianggap
memiliki sejarah dan budaya yang menjadi pengakuan tersendiri atas keunikan
karakter bangsa Indonesia, maka pasar rakyat harus dilestarikan, dikembangkan
dan dijaga. Para pengusaha pun sebaiknya turut aktif untuk memajukan pasar
rakyat dengan menanamkan modal atau memasarkan produknya di pasar rakyat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar