Selasa, 25 November 2014

BI – OJK Bahas Target Kredit Perbankan

Bank diprediksi bakal tetap bertahan meski laju kredit melambat. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengungkapkan, pihaknya masih membahas target pertumbuhan kredit perbankan tahun depan dengan Otoritas Jasa Keuangan. Hal ini dilakukan agar nantinya dapat memberikan arahan pada industry perbankan sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonom tahun depan.
                “Nanti di Bankers Dinner akan kami sampaikan (arahan pertumbuhan kredit),” tutur Agus di Bandung, kemarin. Pemerintah telah menargetkan perekonomian pada 2015 tumbuh 5,5 – 5,8 persen.
                Badan Pusat Statistik sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi masih melambat hingga kuartal ketiga tahun ini menjadi 5,01 persen. Pemerintah memprediksi sepanjang tahun ini mencapai 5,1 – 5,2 persen.
                Bank sentral memproyeksikan ekonomi tumbuh 5,4 – 5,6 persen tahun depan. Sedangkan kredit industry perbankan diprediksi bakal naik 15-17 persen pada 2015 untuk mengendalikan tekanan deficit neraca transaksi berjalan.
                Sebelumnya, Agus Martowardojo mengimbau kalangan perbankan agar turut menekan penyaluran kreditnya agar tumbuh 15 – 17 persen tahun ini. Sejalan dengan itu, bank sentral juga akan mendorong komposisi kredit bank, terutama ke sector – sector produktif berorientasi ekspor dan menyediakan barang substitusi impor serta mendukung upaya peningkatan kapasitas perekonomian.
                Ekonom dari Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, memperkirakan pada masa mendatang kalangan perbankan akan lebih selektif dalam menyalurkan pinjaman pada tahun ini. Kondisi ini akibat lesunya perekonomian akibat ketidakpastian global, situasi politik dalam negeri, dan masih besarnya deficit transaksi berjalan.
                Perbankan juga diperkirakan bakal lebih hati – hati menggelontorkan kredit pembiayaan kepada eksportir. “Bank bisa memilih debitor berpendapatan dolar tapi biaya produksinya dalam rupiah, misalnya,” tutur Fauzi. Adapun ekonom dari Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih, optimistis bank – bank bakal tetap bertahan meskipun laju pertumbuhan kredit diperlambat. “Bank – bank juga pasti masih bisa mencetak laba di tengah tekanan kredit karena ada kompensasi atau kenaikan fee based income-nya,” tuturnya ketika dihubungi.

Sumber : Koran Tempo 13 November 2014, Jakarta

Pembahasan:
                Akibat masih lambatnya perekonomian di Indonesia, maka BI dan OJK membahas target kredit perbankan baru guna meningkatkan lajunya pereknomian di Indonesia. Industry perbankan dihimbau untuk lebih selektif dalam meminjamkan dana perbankan pada industri – industri kecil maupun besar.

Hal tersebut dikarenakan kondisi global yang tidak menentu serta isu – isu politik yang mempengaruhi lajunya perekonomian di Indonesia. Bank Sentral pun akan membantu dengan mendorong komposisi produk dari sector ekspor import guna meningkatkan lajunya perekonomian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar