JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan Bank Indonesia (BI) mengerek
suku bunga acuan menjadi 7,75 persen dinilai langkah yang tergesa-gesa.
"Iya (tergesa-gesa) langsung dia jebret," ucap Ketua Umum Asosiasi
Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Handaka Santosa, Rabu (26/11/2014).
Handaka mengatakan, tidak seharusnya pemerintah hanya
memikirkan bagaimana menekan inflasi, namun mengabaikan pertumbuhan ekonomi.
Kenaikan BI rate, Handaka menambahkan, menyebabkan daya beli masyarakat
berkurang 5 persen. "Inflasi dijaga dengan ditekan itu beda," kata
Handaka.
Handaka mengatakan, kenaikan suku bunga menyebabkan
bermacam-macam angsuran yang harus dibayar masyarakat tambah mahal. "Nah
itu menyebabkan daya belinya turun, karena dia akan menyelamatkan angsurannya
dulu dong," kata Handaka.
Dampak dari turunnya permintaan pasar, menyebabkan
pabrik-pabrik yang memproduksi pun turun. Akibatnya lagi, penyerapan tenaga
kerja akan berkurang. Dampak lainnya, penggunaan bahan mentah untuk produksi
juga berkurang.
"Menurut saya jangan terlalu tergesa-gesa, harus
diamatin dulu. Ekonomi volume itu penting, jangan enak-enak aja menekan
inflasi," kata Handaka.
BI mengumumkan kenaikan suku bunga acuan, hanya selang
sehari setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar
minyak (BBM) bersubsidi.
Sumber : www.kompas.com
Pembahasan :
Pengusaha merasa bahwa BI sepatutnya tidak perlu terburu –
buru untuk menaikkan suku bunga. Karena hal tersebut dapat memberikan dampak
tingkat daya beli masyarakat. Masyarakat jadi enggan untuk membeli barang
karena harganya akan semakin mahal.
Seharusnya pemerintah tidak hanya memikirkan penekanan
inflasi, namun juga harus memikirkan mengenai pertumbuhan ekonomi. Karena yang
dirasa oleh pengusaha bahwa pemerintah menekan inflasi namun tidak
mempertimbangkan mengenai pertumbuhan ekonomi.
Jika daya beli masyarakat turun akan menimbulkan dampak yang
cukup luas. Industry – industry akan mengurangi poduksinya sehingga akan
menimbulkan kelebihan pekerja karena proses produksi yang sedikit. Untuk
mengurangi penekanan biaya maka pihak industry akan mengurangi karyawan,
sehingga akan menimbulkan pemutusan kerja (PHK).
Dampak yang ada akan cukup luas, maka pengusaha mengharapkan
agar pemerintah memikirkan lagi mengenaik penekanan inflasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar