Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah tercatat bergerak
menguat seiring spekulasi para investor bahwa kenaikkan harga BBM dapat
mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Masuknya dana investasi asing ke Tanah
Air mendorong naik nilai tukar rupiah di awal pekan.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR)
Bank Indonesia, Senin (24/11/2014) menunjukkan nilai tukar rupiah menguat 39
poin ke level 12.122. Akhir pekan lalu nilai tukar rupiah bergerak stagnan di
level 12.161 per dolar AS.
Sementara data kurs valuta asing Bloomberg, mencatat nilai
tukar rupiah menguat 0,18 persen ke level 12.125 per dolar AS. Padahal nilai
tukar rupiah sempat dibuka melemah di level 12.148 per dolar AS.
Hingga menjelang siang, nilai tukar rupiah masih berkutat di
kisaran 12.120-12.148 per dolar AS.
Para investor asing menambah dana hingga Rp 12,5 triliun
pada aset kepemilikannya dalam bentuk rupiah pada empat hari pertama pekan
lalu.
Data dari kementerian keuangan terbaru menunjukkan, angka
tersebut merupakan aliran dana masuk terbesar dalam setahun.
Pada Selasa pekan lalu Presiden Joko Widodo menaikkan harga
BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000/liter masing-masing untuk premium dan sloar.
"Sangat mengejutkan melihat penguatan yang kuat
mengingat laju inflasi akan semakin cepat meningkat dalam jangka pendek,"
ungkap analis fixed-income PT Trimegah Securities Dini Agmivia Anggraeni.
Namun para investor asing kini berharap pemangkasan subsidi
BBM dapat meningkatkan posisi neraca berjalan saat ini, dan pertumbuhan ekonomi.
(Sis/Nrm)
Sumber : www.liputan6.com
Pembahasan:
Dampak isu kenaikan BBM sepertinya memberikan angin segar
untuk nilai tukar rupiah, seiring dengan spekulasi para investor mengenai
kenaikan harga bbm yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Banyak
investor - investor asing yang
menginvestasikan uangnya sehingga mendorong naik nilai tukar rupiah diawal
pekan.
Investor asing pun mengharapkan dengan
pemangkasan subsidi bbm dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan posisi neraca berjalan. Dengan begitu
dapat meningkatkan keuntungan investasi mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar